Ada Kisah Percintaan Dibalik Resep Lumpia

24 November 2020Syilvia Tjhia

Serves: 15 Porsi

Dibalik ketenaran dari resep lumpia, ada cerita menarik tentang sejarah atau awal mula munculnya makanan khas dari Semarang ini. Munculnya lumpia tidak lepas dari peran pedagang Tionghoa, pada tahun 1800. Seorang pedagang dari Provinsi Fu Kien Ke Semarang bernama Tjao Thay Yoe, beliau perantauan yang datang ke Semarang untuk mengubah nasib. Setibanya ia di Semarang, ia membuka usaha makanan khas China yaitu martabak isi dengan daging babi dan rebung, tidak butuh lama masakan dari ia pun mulai digemari oleh masyarakat Semarang khususnya masyarakat urban China maupun peranakan.

Namun, kuliner martabak isi ini sebenarnya ada yang jual dengan isian berbeda. Untuk martabak isi dari Tjao adalah menggunakan daging babi sedangkan dari saingannya yaitu bernama Wasi berasal dari Jawa, martabak wasi ini menggunakan daging ayam cincang, telur dan udang. Persaingan mereka secara sehat lho, walaupun sama-sama menjual martabak isi yang sama hanya beda isiian daging saja.

Seiring berjalan waktu Tjao dengan saingannya yaitu Wasi menjadi sahabat hingga bertukar resep. Tidak hanya itu, mereka bahkan menikah, lalu membuat lumpia dengan perpaduan khas dari Jawa dan Tionghoa. Mereka menghilangkan bahan-bahan yang haram seperti daging babi, lalu digantikan dengan daging udang, ayam dan lainnya. Dan untuk bumbu mereka padukan antara rasa asin dari Tjao dan rasa manis dari Wasi.

Nah, menarik bukan dari cerita sejarah dari awal mula adanya lumpia? Buat kamu yang penasaran resep lumpia basah khas dari Semarang. Simak resep lengkapnya dibawah ini.

Print Resep

Ada Kisah Percintaan Dibalik Resep Lumpia

  • Serves: 15 Porsi

Bahan-Bahan

Bumbu Halus

  • 7 Siung Bawang Putih
  • 8 Siung Bawang Merah
  • 1 Cm Jahe

Bahan untuk Isian

  • 300 Gr Rebung (Rebus 3x dan peras lalu ditiriskan, lalu diiris tipis-tipis)
  • 3 Butir Telur
  • 5 Sdm Rebon (Dicuci lalu rendam air panas, peras dan haluskan)
  • 2 Batang Daun Bawang
  • 2 Sdm Saus tiram
  • 1 Sdm Kecap manis
  • 1 Sdm Kecap Asin
  • 1 Sdt Minyak Wijen
  • Secukupnya Garam
  • Secukupnya merica
  • Secukupnya Bubuk penyedap

Bahan untuk Kulit Lumpia

  • 100 Gr Tepung Terigu
  • 300 ml Air
  • Secukupnya Garam

Bahan untuk Saus Lumpia

  • 200 ml Air
  • 1-2 Sdm Kecap manis
  • 1-2 Sdm Kecap Ikan
  • 1 Sdm Tepung Maizena (Larutkan dengan air)
  • 1 Sdt Gula
  • Secukupnya Garam
  • Secukupnya merica
  • Secukupnya Bubuk penyedap

Instruksi

    Cara Membuat Isian Lumpia

    • Uleg semua bahan untuk bumbu halus antara lain bawang merah, bawang putih dan jahe. Setelah halus, tumis dengan minyak goreng. Masukan daun bawang tumis rata dan masukan rebon tumis hingga aroma harum.
    • Selanjutnya pinggirkan bumbu yang sudah tumis tadi kesetengah wajan, lalu masukan telur dan oseng hingga matang baru ditumis campur rata dengan bumbu tadi. Kemudian masukan rebung, aduk hingga merata.
    • Tambahkan kecap manis dan saus tiram, aduk hingga merata, lalu tambahkan kecap asin, garam dan tumis kembali hingga matang. Setelah itu masukan kembali bumbu penyedap, merica. Terakhir tambahkan minyak wijen(jika tidak ada, tidak perlu ditambahkan) Lalu coba rasanya, jika sudah pas sudah boleh matikan api kompor.

    Cara Membuat Adonan Lumpia

    • Siapkan wadah, masukan tepung terigu, air dan garam. Untuk air tuang sedikit demi sedikit, lalu diaduk hingga merata. Aduk adonan hingga homogen(tercampur rata), adonan kulit yang berhasil akan cair hasilnya.
    • Selanjutnya siapkan saringan kecil, lalu saring adonan cair tersebut supaya tidak ada tepung tergumpal.
    • Panaskan teflon dengan api kecil, lalu oleskan adonan kedalam teflon bisa menggunakan kuas. Oleskan hingga merata dan tipis, setelah adonan bagian bawah sudah bisa dilepas balik adonan dan panaskan hingga tidak lengket.
    • Kulit lumpia siap diisi dengan isian yang sudah kita bikin.

    Cara Membuat Lumpia

    • Siapkan kulit lumpia, masukan isian lumpia secukupnya. Lalu lipat pinggiran dan digulung.
    • Lumpia siap digoreng.

    Catatan

    Resep oleh Asri Saputra.

    Leave a comment

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *